Hukum

Disupport PGRI, Guru SMK Negeri 7 Palembang Laporkan Balik Oknum Wali Murid ke Polda Sumsel

×

Disupport PGRI, Guru SMK Negeri 7 Palembang Laporkan Balik Oknum Wali Murid ke Polda Sumsel

Sebarkan artikel ini

Palembang, Briliannews.com — Dengan didukung rekan sesama guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang.

Maya Handayani guru SMK Negeri 7 Palembang yang sempat berseteru dengan salah satu wali murid akhirnya menempuh jalur hukum melaporkan Yunita ke SPKT Polda Sumsel dugaan pencemaran nama melalui media sosial sesuai dengan UU ITE pencemaran nama baik melalui media sosial pada Kamis (23/10/2025) sore.

Selama melapor di Polda Sumsel Maya didampingi tim kuasa hukum dari LKBH PGRI Kota Palembang.

Kepada petugas SPKT Polda Sumsel Maya menyebutkan terlapor Yunita pemilik akun TikTok @nita_fsagung diduga telah mencemarkan nama baik lewat akun media sosial TikTok.

Sebelumnya terlapor mendatangi sekolah anaknya di SMK N 7 Palembang untuk memenuhi panggilan sekolah karena anaknya tidak hadir dalam ujian Mid Semester dengan tanpa keterangan.

Karena tidak terima, lalu terlapor selalu memposting video-video seolah-olah Maya memfitnah anak terlapor.

Ketua PGRI Kota Palembang, Ahmad Zulinto yang turut hadir mendampingi Maya menuturkan postingan yang diposting terlapor terkesan mendiskreditkan guru dan cenderung kepada penggiringan opini.

“Beberapa video yang sudah beredar luas di berbagai media sosial membuat kami para guru tidak nyaman karena pernyataan yang disampaikan juga terkesan mendiskreditkan para guru dan cenderung ini bentuk penggiringan opini,”kata Zulinto kepada wartawan.

Dari sinilah PGRI Kota Palembang menempuh jalur hukum melaporkan terkait dugaan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Karena apa yang sudah terjadi ini sudah di luar dari batas kewajaran serta mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah khususnya SMK Negeri 7 Palembang,”ungkapnya.

Meski demikian, anak terlapor hingga hari ini masih tetap bersekolah. Sebelumnya pihak sekolah meminta agar persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tapi ini sudah masuk ke ranah hukum. Bahkan pihak kami juga sudah dilaporkan oleh terlapor di Polrestabes Palembang. Maka dari itu, kami juga membela guru kami dan laporkan kejadian ini ke Polda Sumsel. Meskipun saat ini masih proses pelaporan,” ujarnya.

Disinggung kebenaran video yang viral di media sosial yang diposting terlapor Zulinto tidak bisa menilai benar atau tidaknya. Karena semua ini akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan petugas.

“Kita tunggu saja apa hasil pemeriksaan, ini semua kewenangan dari penyidik yang akan memeriksanya. Intinya, kalau ada satu guru yang dicubit, maka kita semua yang jua akan merasakannya.

“Ini adalah dukungan dan soliditas dan solidaritas guru. Bila hari ini hanya 200 guru yang datang, mungkin ke depan bisa 2000 orang. Ini bagian upaya dari solidaritas guru,” tandasnya.(Leo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot pragmatic
gambolhoki