Palembang, Briliannews.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) menggelar kegiatan Coffee Morning bertema “Sinergi di Meja Kopi, Solusi di Lapangan” pada Rabu (12/11).
Acara santai namun bermakna antara Karantina dengan berbagai instansi lintas sektor guna memperkuat kolaborasi dan komunikasi dalam mendukung pengawasan serta kelancaran lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Sumatera Selatan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan hayati dan mendorong efisiensi pelayanan publik.
“Karantina tidak bisa bekerja sendiri. Kompleksitas arus lalu lintas komoditas menuntut adanya sinergi yang solid antara Bea Cukai, BPOM, Kepolisian, Pemerintah Daerah, Angkasa Pura Indonesia, Pelindo, serta pelaku usaha. Melalui komunikasi yang harmonis, kita dapat menciptakan kebijakan dan tindakan yang berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Endah.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel, Deva Octavianus, dalam sambutannya menyampaikan sesungguhnya peran dan fungsi karantina sangat penting seperti mengawasi keamanan pangan.
Karantina memastikan semua komoditas yang akan dikirim dalam kondisi baik dan sehat tak berpenyakit.
Acara yang dimoderatori jurnalis senior, Lucia Weny Ramdiastuti juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Danlanal Palembang, GM Angkasa Pura Indonesia.
Kepala Bea Cukai Palembang, Rektor Universitas Multi Data Palembang, Forkompimda, instansi vertikal, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumael, perwakilan OPD, akademisi, dan mitra strategis
Dalam acara ini menampilkan berbagai sesi coffee talk interaktif yang membahas sinergi pelayanan perkarantinaan, upaya memperkuat jejaring informasi dan laboratorium, hingga peran strategis karantina dalam mendukung pertumbuhan ekspor daerah.
Selain dialog, kegiatan juga diisi dengan pemutaran video edukatif terkait fungsi karantina, penegakan hukum, hingga jejaring kerja sama internasional.
Di sela-sela materi juga diberikan doorprize. Pada kesempatan ini, Karantina Sumsel juga memberikan apresiasi kepada mitra kerja strategis atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan tugas perkarantinaan di wilayah Sumatera Selatan.
Sri Endah berharap melalui forum Coffee Morning ini, Karantina Sumsel bersama instansi terkait terjalin komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berdaya saing, serta menghadirkan solusi nyata dari berbagai tantangan di lapangan.(Leo)













