Palembang, Briliannews.com — Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Darma Kusuma korban perampokan di TPU Talang Kerikil, Kecamatan Sukarami Palembang Kamis (27/11/2025).
Sebelum peti jenazah dimasukkan ke liang lahat, Pendeta membacakan firman penghiburan dihadapan keluarga almarhum.
Disinilah isak keluarga pecah saat terutama detik detik peti jenazah dimasukkan kedalam makam.
Ditemui usai pemakaman adik kandung Darma Kusuma, Sakinna Vagga mengatakan meski pelaku ditangkap tidak bisa mengembalikan nyawa kakaknya yang telah mati direnggut pelaku secara keji.
Namun pemerintah harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat khususnya masyarakat Palembang.
“Cukup kejadian ini menimpa kakak saya dan istrinya saja jangan sampai ada lagi korban lainnya,”katanya.
Menurut Sakinna Vagga kalau pemerintah mau Palembang aman maka pelaku yang merampok dan menghilangkan nyawa kakaknya harus segera ditangkap sehingga masyarakat tidak menjadi resah dan ketakutan.
Terkait kronologi kejadian, Vagga mengaku tidak mengetahui secara pasti karena saat insiden ia hanya mendapat telepon dari keluarga bahwa kakaknya dan kakak iparnya ditemukan dalam kondisi kritis.
“Saat saya sampai di rumah, orang sudah ramai dan polisi sudah memasang garis polisi. Di dalam rumah darah sudah banyak. Dari situ saya yakin kakak saya tidak selamat,” ungkapnya.
Untuk korban istri korban Yeni Suwandi, yang turut menjadi korban dan kini masih dirawat di RS Charitas sudah berangsur membaik kondisinya.
“Korban tinggal di rumah tersebut bersama istri, anaknya yang masih kecil, dan empat orang baby suster. Saat kejadian, anak korban berada di dalam kamar.
“Kami tidak tahu pelaku masuk dari mana—dari belakang, samping, atau atas. Semuanya sudah kami serahkan ke pihak berwajib. Mereka yang akan mengungkap bukti-bukti lebih lanjut,” jelasnya.
Diketahui peristiwa perampokan terjadi di Toko Kerupuk Suwandi Jalan Pengadilan Lama, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang pada Selasa malam.
Dari aksi perampokan sadis tersebut korban bernama Darma Kusuma ditemukan tewas dengan luka gorokan di leher, sementara istrinya, Yeni Suwandi (40), juga mengalami luka serupa dan ditemukan dalam kondisi kritis. Yeni segera dilarikan ke RS Charitas untuk perawatan intensif.(Leo).











