Palembang, Briliannews.com — Puluhan aktivis Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (4/12/2025), menuntut ketegasan pemerintah atas melintasnya empat unit truk Heavy Duty (HD) yang di mobilisasi PT Putra Perkasa Abadi menuju PT Mustika Indah Permai (MIP) di jalan umum beberapa waktu lalu.
Dalam aksi tersebut, SIRA menuding adanya pembiaran dari dinas terkait yang menyebabkan truk raksasa itu dapat melintas dengan leluasa di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas, kawasan Islamic Center Muara Enim—jalur yang jelas tidak sesuai kelas jalan.
Tidak sampai disitu, skenario pengangkutan truk tersebut sebelum meluntas di jalan umum, mulai dari pelayaran melintasi sungai musi, menurut SIRA harus diusut tuntas dan ditindak oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi, menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi lemahnya pengawasan pemerintah dan dugaan adanya oknum yang sengaja menutup mata.
“Tidak mungkin truk raksasa itu melintas tanpa ada yang membekingi. Kami menduga ada pembiaran serius. Karena itu, kami minta Gubernur mencopot Kadishub Sumsel, karena ini bukan kali pertama terjadi kecolongan seperti ini,” tegasnya.
Oleh sebab itu, SIRA meminta Gubernur Sumsel Herman Deru membentuk tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kelalaian instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas PU, hingga pengawasan lapangan, termasuk melibqtkan APH dalam skandal ini.
“Tujuannya jelas, kami mendengar suara dari masyarakat. Terkait keamanan, kenyamanan dan keselamatan berkendara. Jika truk itu melintas, jalan dan fasilitas umum jadi rusak Sehingga msyarakat butuh jaminan bahwa tidak ada perusahaan yang kebal hukum. PT MIP dan PT Putra Perkasa Abadi harus diberikan sanksi tegas supaya kejadian semacam ini tidak terulang,” ujarnya.
Aksi sempat memanas setelah massa mengaku tidak mendapat respons dari pihak Dishub Sumsel, sehingga puluhan demonstran menerobos masuk ke area perkantoran gubernur.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara baik-baik, tapi tidak ada satu pun pejabat yang menemui kami. Karena itu, aksi lanjutan sangat mungkin kami lakukan,” kata Rahmat.
SIRA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah. “Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan turun lagi. Kadishub harus diganti, dan perusahaan harus dikenai sanksi keras. Ini soal hak masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Jalan Dishub Sumsel, R. A Fansyuri yang menerima massa aksi tersebut berjanji akan membawa aspirasi tersebut kepada pimpinan.
“Terima kasih atas perhatian dari seluruh massa aksi SIRA. Tuntutan ini akan kamis segera sampaikan ke pimpinan,” singkatnya.(Leo)













