Palembang, Briliannews.com — Setelah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa makanan, pakaian hingga obat obatan untuk korban bencana banjir bandang di Sumatera.
Polda Sumsel kembali mengirimkan bantuan, kali ini bantuan berupa tenaga BKO sebanyak 100 personel dari Satuan Brimob Polda Sumsel yang dikirim ke Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.
Personel BKO ini diberangkatkan dari Mako Brimob Polda Sumsel melalui jalur darat dengan menggunakan bus personel serta truk yang membawa peralatan dilepas oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi didampingi Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Susnadi Sik Jumat (26/12/2025).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mengatakan Polda Sumsel mengirimkan 100 personel Brimob BKO untuk bantuan mitigasi pasca bencana banjir bandang Sumatera diwilayah Aceh.
“Ini bantuan yang ketiga kalinya dari Polda Sumsel, tetapi kali ini bantuan berupa tenaga BKO sebanyak 100 personel yang memang diminta Mabes Polri untuk penanganan pasca bencana banjir bandang,”kata Andi Rian R Djajadi kepada wartawan disela sela pelepasan personel Jumat (26/12/2025).
Khusus untuk personel Brimob Polda Sumsel kata Andi akan ditugaskan diwilayah Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kalau kita hitung jumlah personel Polda Sumsel yang sudah ditugaskan di Aceh jumlahnya 125 karena masih ada 25 personel yang masih berada disana termasuk tenaga operator dapur lapangan dan alat pembersih air atau water treatmen,”ungkapnya.
Jumlah personel Brimob yang di BKO ke Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebanyak 1500 personel dari seluruh Indonesia 100 diantaranya dari Polda Sumsel.
“Dari seluruh Polda yang akan berangkat menuju dari Operasi, personel Brimob Polda Sumsel satu satunya yang berangkat melalui jalur darat karena Polda lain berada diluar Sumatera. Perjalanan dari Palembang ke Aceh diperkirakan memakan waktu tiga hari tiga malam ditambah sehari ke Kabupaten Gayo Lues,”jelasnya.
Berdasarkan petunjuk dari Mabes Polri personel Brimob yang ditugaskan untuk pemulihan, pembersihan puing puing maupun timbunan tanah dirumah rumah hingga pembangunan hunian sementara para korban.
“Kita ketahui saat pemerintah pusat mulai membangun hunian sementara maupun hunian tetap untuk korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,”tandasnya.(Leo)













