Palembang, Briliannews.com — Pihak manajemen Darma Agung (DA) Club 41 Palembang buka suara terkait pemberitaan simpang siur mengenai meninggalnya salah seorang pengunjung pada Sabtu 10 Januari 2026.
Berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban dipastikan meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung, sekaligus membantah rumor mengenai overdosis.
Yaperixus mewakili pihak manajemen DA Club 41 Palembang mengatakan peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal.
Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada.
“Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria,”kata Yaperixus kepada wartawan Sabtu 10 Januari 2026 siang.
Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Sanggahan mengenai dugaan overdosis diperkuat oleh pernyataan langsung dari istri korban yang mendampingi di rumah sakit. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung kronis.
“Suami saya memang sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan, jantungnya sudah dipasang ring,” ungkap istri korban saat memberikan keterangan kepada pihak terkait.
Pihak keluarga menyayangkan adanya isu liar yang berkembang tanpa fakta medis yang jelas. Pihak Darma Agung Club 41 menyatakan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan (K3) dengan membantu proses evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax) yang dapat menambah duka bagi keluarga korban.(Leo)











