Palembang, Briliannews.com — Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan bukan suara terkait kematian salah satu pengunjung di Diskotik Darma Agung (DA) Club 41 Palembang pada Sabtu (10/1/2026) dini hari.
Pasca kejadian anggota Polsek Sukarami sudah mendatangi Diskotik Darma Agung (DA) Club 41 Palembang.
“Anggota kita sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini anggotanya masih di lapangan,” kata Kompol Alex Andriyan saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi untuk mengetahui penyebab kematian salah satu pria pengunjung Diskotik DA Club 41 Palembang tersebut.
“Anggota kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP,” singkat Kompol Alex Andriyan.
Sebelumnya, dimedia sosial (medsos) pesan berantai dihebohkan seorang pria diduga meninggal dunia di Diskotik Darma Agung (DA) Club 41 Palembang.
Informasi dihimpun oleh pihak keluarga korban dipastikan meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung dan membantah rumor mengenai overdosis. Peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal. Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada.
Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria.
Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Sementara itu, pihak manajemen Darma Agung (DA) Club 41 Palembang memberikan klarifikasi terkait pemberitaan simpang siur mengenai meninggalnya salah seorang pengunjung pada Sabtu 10 Januari 2026.
Berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban dipastikan meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung, sekaligus membantah rumor mengenai overdosis.
Yaperixus mewakili pihak manajemen DA Club 41 Palembang mengatakan peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal. Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada.
“Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria,”kata Yaperixus kepada wartawan Sabtu 10 Januari 2026 siang.
Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Sanggahan mengenai dugaan overdosis diperkuat oleh pernyataan langsung dari istri korban yang mendampingi di rumah sakit. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung kronis.
Suami saya memang sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan, jantungnya sudah dipasang ring,” ungkap istri korban saat memberikan keterangan kepada pihak terkait.
Pihak keluarga menyayangkan adanya isu liar yang berkembang tanpa fakta medis yang jelas. Pihak Darma Agung Club 41 menyatakan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan (K3) dengan membantu proses evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax) yang dapat menambah duka bagi keluarga korban.(Leo)











