Hukum

Diduga Dianiaya, Keluarga ODGJ yang Ditemukan Tewas di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PT MAR Lapor Polisi

×

Diduga Dianiaya, Keluarga ODGJ yang Ditemukan Tewas di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PT MAR Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

Palembang, Briliannews.com — Didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti Palembang, Ginanjar kakak almarhum Yahya Romadhon (27), orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka lebam dan lecet diareal perkebunan sawit PT MAR di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin membuat laporan di Polda Sumsel Jumat (13/2/2026).

Keluarga menduga, Yahya tewas karena dianiaya sebelum ditemukan lokasi perkebunan kelapa sawit.

Ditemui usai membuat laporan Ginanjar mengatakan adiknya, memang mengalami depresi karena pernah dipukul dibagian kepalanya saat dibegal.

Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal adiknya dilaporkan hilang sejak Senin (9/2) siang. Kemudian pihak keluarga mendapat informasi dari pihak securiti dan humas PT MAR kalau Yahya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dilokasi perkebunan kelapa sawit.

“Selang tujuh menit dapat informasi dari pihak perusahaan mengabarkan jika adik saya itu sudah meninggal dunia,” katanya.

Merasa janggal dengan informasi itu, Ginanjar beserta keluarga lainnya menyusul ke lokasi dan kembali menghubungi pihak perusahaan.

Ternyata jenazah adiknya dititipkan di salah satu masjid dan sudah dimasukan ke dalam keranda jenazah. Setelah menjemput jenazah korban lalu dimandikan di kediamannya.

Saat dimandikan keluarga menemukan sejumlah luka memar ditubuh korban. Diantaranya luka tusuk pada kaki kanan dan bagian dengkul, luka lebam di bagian belakang kepala, serta patah pada tangan kiri.

“Kami meyakini adik saya ini sebelum meninggal dianiaya terlebih dulu. Jadi kami melapor ke Polda Sumsel untuk minta di usut soal kematian adik kami ini,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban dari Lembaga bantuan Hukum Bima Sakti Palembang Novel Suwa SH MH dan Conie Pania Putri SH MH, mengatakan laporan keluarga korban sudah diterima di Polda Sumsel dengan nomor laporan LP/B/234/II/2026/SPKT/Polda Sumsel.

“Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian korban yang tidak wajar. Terlebih korban ini mengalami depresi dan tidak ada potensi melakukan hal hal berbau kriminal, diduga ada tindakan penganiayaan yang dialami korban,”tegasnya.(Leo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot pragmatic
gambolhoki