Palembang, Briliannews.com — Subbagrehabpers Bidpropam Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Profesi (Binlihprof).
Kegiatan yang berlangsung ruang Kasubbag Rehab Bidpropam Polda Sumsel Selasa (31/3/2026) pagi dengan menghadirkan pemateri Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sumsel Yeni Yulita Skm dan Psikologi Klinis Ahli Muda BNNP Sumsel Arini Pinondang Pandiangan M Psi.
Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Aziz Safiri mengatakan Bidpropam menggelar Pembinaan dan Pelatihan Profesi (Binlihprof) bagi personel yang ada dijajaran Polda Sumsel.
“Kegiatan Binlihprof dilakukan dengan pendekatan religius sebagai upaya pemulihan profesionalisme dan integritas personel,”kata Aziz Safiri kepada wartawan.
Selain itu, Kombes Pol Aziz menyampaikan pentingnya penegakan disiplin sebagai fondasi utama profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugasnya menjaga Kamtibmas dan penegakan hukum.
“Terkait kode etik profesi yang dilakukan anggota Polri ada konsekuensinya atas setiap pelanggaran yang dilakukan,”tegasnya.
Dikatakan Aziz kegiatan Binlihprof ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam melakukan pembinaan terhadap personel secara humanis dan berkelanjutan.
“Melalui pendekatan religius ini, diharapkan dapat menyentuh sisi batin personel, sehingga pembinaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu membentuk kesadaran dan perubahan perilaku yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel dapat meningkatkan integritas, disiplin, serta profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, guna mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat.
Arini Pinondang Pandiangan memberikan pembekalan kepada personel terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dari aspek psikologis dan sosial, serta dampaknya terhadap karier dan kehidupan pribadi anggota.
Sementara itu, Subbidprovos menyampaikan pentingnya penegakan disiplin sebagai fondasi utama profesionalisme, sementara Subbidwabprof.
Dalam kegiatan Binlihprof ini diikuti oleh sejumlah personel dengan sebagai simbol kesederhanaan, kesetaraan, dan introspeksi diri.
Suasana kegiatan berlangsung khusyuk dan penuh makna, dimulai dengan tilawah Al-Qur’an.
Pada sesi pembinaan mental, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri (muhasabah) melalui pendekatan spiritual guna menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
Diharapkan kegiatan ini menjadi inti dari rangkaian Binlihprof, dengan harapan dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih baik secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan doa dan dzikir bersama serta pelaksanaan sholat berjamaah sebagai bentuk penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.(Leo)













