Palembang, Briliannews.com — Dua Karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian Kilometer 7, Kecamatan Sukarami, Palembang ditangkap polisi Satreskrim Polrestabes Palembang usai melakukan penusukan terhadap sopir truk hingga tewas pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.50 dini hari.
Kedua pelaku masing masing Septian Idris (26) warga Desa Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba selaku pengawas SPBU dan Edendi Puja Pratama (23) sebagai Satpam SPBU.
Korban Muhammad Edo Pratama (26) tewas dengan luka tusuk dibagian dada sebelah kiri. Peristiwa berdarah tersebut berawal dari perselisihan di TKP saat pengisian bahan bakar solar.
Berdasarkan keterangan saksi, korban melakukan pengisian solar. Proses pengisian terhenti karena operasional SPBU telah berakhir, sementara korban merasa pengisian belum maksimal.
Ketidakpuasan tersebut memicu cekcok antara korban dengan tersangka Septian selaku pengawas.
Situasi kemudian memanas hingga korban keluar dari area SPBU dan menunggu di seberang jalan. Tersangka Septian mengajak tersangka Edendi untuk menemui korban.
Saat terjadi pertemuan, korban turun dari kendaraan dan perkelahian tidak terhindarkan. Tersangka Septian melakukan penusukan yang menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka fatal.
Korban sempat dilarikan ke RS Myria Palembang oleh saksi di lokasi, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua tersangka dan melakukan tindakan kepolisian awal, termasuk pengamanan saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain itu, petugas juga mengamankan rekaman (CCTV) di area SPBU turut diamankan sebagai alat bukti elektronik. Barang bukti lain yang diamankan yakni pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian.
Sementara itu, senjata tajam yang digunakan dalam aksi penusukan hingga saat ini masih dalam proses pencarian aktif oleh penyidik.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Jedi Permana, mengatakan pihaknya sudah mengamankan dua tersangka yang menusu korban saat keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif. Pencarian senjata tajam menjadi prioritas karena merupakan barang bukti utama.
“Untuk rekaman CCTV sedang kami analisis untuk memperkuat konstruksi perkara. Proses hukum akan kami kawal hingga tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan Polda Sumsel memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang masih terus melakukan pendalaman, termasuk analisis rekaman CCTV, pemeriksaan saksi-saksi, serta pencarian senjata tajam yang digunakan dalam kejadian tersebut.(Leo)













