Palembang, Briliannews.com — Sebanyak 2.865 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin Musi 2025 untuk pengamanan perayaan Natal dan tahun baru 2026.
Hal ini terlihat dalam gelar apel serta Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka mematangkan kesiapan Operasi Lilin Musi 2025 di halaman Griya Agung Palembang pada Jumat, 19 Desember 2025.
Rakor dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi yang turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M serta unsur Forkopimda Sumsel.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan Operasi Lilin Musi 2025 akan berlangsung selama 14 hari, dimulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi Lilin tahun ini mengusung perubahan paradigma yang lebih komprehensif.
“Sesuai arahan Kapolda Sumsel, Operasi Lilin Musi tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, melainkan bertransformasi menjadi operasi yang menitikberatkan kenyamanan sosial dan spiritual,”kata Nandang kepada wartawan Jumat (19/12/2025).
Dikatakan Nandang Polri hadir untuk memberikan rasa aman, ketenangan batin, serta menjamin kelancaran ibadah umat nasrani serta aktivitas liburan masyarakat.
“Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polda Sumsel mengerahkan sebanyak 2.865 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, serta unsur instansi terkait lainnya,”ungkapnya.
Ribuan personel gabungan ini disiagakan pada 76 pos di seluruh wilayah Sumatera Selatan, yang meliputi 45 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, 8 pos terpadu, dan 1 pos pantau.
“Pengamanan difokuskan pada objek vital dan lokasi strategis, antara lain 864 rumah ibadah umat Nasrani, 83 objek wisata, 4 bandara, 21 stasiun kereta api, 2 pelabuhan, serta 14 terminal,”jelasnya.
Selain itu, Polda Sumsel mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi terjadi pada periode 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Dalam Rakor Linsek tersebut, seluruh pihak juga membahas kesiapan infrastruktur jalan. Sebanyak 35 titik jalan rusak di jalur nasional, lintas timur, dan lintas tengah telah dipetakan sebagai titik rawan.
Sebagai langkah antisipasi kemacetan, jalur Tol Palembang–Betung sepanjang 32 kilometer akan dibuka secara fungsional dengan skema dua jalur untuk mengurai kepadatan, khususnya di wilayah Banyuasin.
Lebih lanjut, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan potensi bencana alam turut menjadi perhatian serius.
Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan menengah hingga tinggi diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari.
Oleh karena itu, potensi banjir dan longsor di wilayah barat Sumatera Selatan telah diantisipasi melalui koordinasi lintas instansi dan penyiapan langkah mitigasi.
Dari sisi ketersediaan energi, stok BBM di wilayah Sumatera Selatan dipastikan aman dan terkendali. Meski sempat terjadi kendala distribusi pada jenis Dexlite akibat keterlambatan pengiriman dari Jakarta, kondisi tersebut telah ditangani.
Sementara itu, pasokan listrik berada dalam kondisi surplus daya, dengan kesiapsiagaan penuh dari PLN guna menjaga keandalan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.(Leo)













