Palembang, Briliannews.com — Hujan deras disertai angin kencang pada Jumat sore menyebabkan tongkang batubara tanpa muatan menabrak rumah warga yang berada di pinggir sungai Musi dikawasan Gandus Palembang.
Berdasarkan data yang didapat tongkang yang menabrak rumah warga tersebut dengan nama Andalan Semesta 02 ditarik Tugboat Trans Marine 02.
Tongkang diduga mengalami larat hingga lepas dari kendali tugboat dan tidak mampu menahan badan kapal, sehingga hanyut terbawa arus atau angin kencang.
Camat Gandus Jufriansyah membenarkan insiden tongkang menabrak rumah warga dipinggir Sungai Musi di Jalan Sosial Lorong Kalangan RT.012 RW.003 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang pada Jumat sore kemarin.
“Pasca kejadian kemarin Lurah Gandus dan jajaran sudah meninjau lokasi rumah di tabrak tongkang,”kata Jufriansyah Sabtu (25/4/2026).
Dari hasil pendataan, kejadian tongkang menabrak rumah mengakibatkan satu unit rumah roboh ,1 kapal pencari barang antik dan satu perahu kecil rusak berat, tiga jembatan akses menuju ke sungai patah.
“Dari kejadian tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka. Untuk kerugian materi masih dalam pendataan,”jelasnya.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan setelah menerima informasi kejadian perrsonel Satpolairud Polrestabes Palembang langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat kapal tongkang Andalan Semesta 02 yang ditarik Tug Boat Trans Marine 02 berlabuh jangkar di perairan Gandus untuk menunggu antrean muatan batubara di jetty Gandus.
Tugboat kemudian melepaskan tongkang dalam posisi lego jangkar untuk pengisian air tawar di jetty Gandus.
Namun pada pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca buruk hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tongkang tersebut larat atau hanyut tanpa kendali.
Tongkang kemudian menghantam sejumlah bangunan di pinggiran sungai. Dari hasil pendataan di lapangan, satu unit rumah milik warga berinisial H roboh, sementara rumah milik S mengalami kerusakan berat pada bagian dapur.
Selain itu, dua unit perahu motor, satu empang, serta tiga dermaga beton milik warga di RT 12 Kelurahan Gandus turut mengalami kerusakan.
Penyidik Dit Polairud Polda Sumsel saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam prosedur operasional kapal tersebut.
Sejumlah saksi, termasuk warga setempat dan awak kapal, telah dimintai keterangan guna memperkuat konstruksi perkara.
“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.(Leo)













