Palembang, Briliannews.com — Penyidik Ditlantas Polda Sumsel bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri dipimpin Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal dan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo telah selesai melakukan serangkaian penyelidikan kasus tabrakan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5/2026) yang lalu.
Dari hasil penyelidikan, penyidik menaikkan dari penyelidikan ketahap penyidikan artinya kasus lakalantas maut tersebut bakal ada tersangkanya.
Disisi lain, 17 kantong jenazah yang sebelumnya belum teridentifikasi, 14 diantaranya berhasil teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa kerumah duka masing-masing.
Dibalik suksesnya penyelidikan hingga identifikasi 14 jenazah tersebut tidak lepas dari dua sosok perwira menengah dan perwira tinggi Polri.
Kedua sosok tersebut adalah Karo Labdokkes dijabat oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. dan Direktur Lalu lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo.
Keduanya ternyata kakak adik. Sang adik Kombes Pol Maesa Soegriwo mengomandoi penyelidikan kasus tabrakan Bus ALS dengan truk tangki BBM yang merenggut 19 nyawa.
Dari serangkaian penyelidikan, akhirnya penyidik Ditlantas Polda Sumsel menaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan.
Sedangkan Sang kakak Brigjen Pol Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F dengan keahliannya dibidang forensik sukses mengungkap 14 identitas korban tewas yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya.
Sebelumnya, Kepala Laboratorium Dokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengungkapkan tim DVI Polda Sumsel dan DVI Pusdokkes Polri telah berhasil mengidentifikasi 14 jenazah korban tewas dalam insiden tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM.
Sementara tiga jenazah lainnya masih terus dilakukan pencocokan data post mortem dan ante-mortemnya.
Proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum dikenali masih terus dilakukan dengan metode pencocokan DNA keluarga inti korban.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel DNA dari tulang korban yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tua maupun saudara kandung korban.
“Tiga jenazah masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Tim sedang mencocokkan DNA korban dengan keluarga inti agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” jelasnya.
Pihaknya berharap proses identifikasi terhadap tiga jenazah tersebut dapat segera rampung sehingga seluruh korban dapat segera diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.(Leo)











