Palembang, Briliannews.com — Penyelidikan kasus tabrakan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara yang menewaskan 19 orang pada Rabu 6 Mei 2026 yang lalu sudah naik ke tahap penyidikan.
Hal ini diungkapkan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana disela sela penyerahan 14 jenazah korban yang sudah teridentifikasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Jumat (15/5/2026) sore.
“Alhamdulillah tim penyidik Ditlantas Polda Sumsel dibantu tim TAA Korlantas Polri saat ini proses penyelidikan sudah naik ke tahap penyidikan,”kata Brigjen Pol Rony Samtana.
Dalam proses penyelidikan kata Brigjen Pol Rony seperti yang sudah disampaikan sebelumnya dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi saksi yang ada bahwa penyebab tabrakan karena sopir bus ALS menghindari lubang yang berada dijalan.
“Sebagaimana dalam proses penyidikan nantinya akan dilakukan gelar perkara bersama Jaksa Penuntut Umum akan diumumkan siapa tersangkanya dalam kasus ini sekarang prosesnya masih dalam penyidikan,”ungkapnya.
Sejauh ini penyidik Ditlantas Polda Sumsel juga sudah memanggil pihak dari Bus ALS termasuk untuk memeriksa izin trayek yang dimiliki bus ALS.
“Terkait laik tidaknya Bus ALS ini beroperasi nanti akan kami komunikasi dengan pihak Perhubungan karena laik tidaknya kendaraan untuk beroperasi itu kewenangan dari pihak Perhubungan untuk menentukan langkah langkah selanjutnya,”jelasnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo menuturkan berdasarkan keterangan saksi bernama Fadli kernet bus ALS yang selamat menyebut Bus berangkat dari Pati pada Selasa pagi
Lalu melintasi Semarang angkut penumpang 5 orang, Tegal 3 orang dan Lampung 3 orang.Tegal 3 orang dan Lampung 3 orang.
“Sekitar tanggal 4 itu bus sampai di Lampung. Sementara tidak ada yang lain lagi (penumpang), dari keterangan kernet si Fadli ya begitu. Segera kami lakukan gelar perkara bersama dengan Kejaksaan juga,”kata Maesa.
Dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian hanya sedalam 2 sentimeter.
Diakui Maesa di TKP memang banyak lubang tapi tidak dalam kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu darimana.(Leo)













