Hukum

Hasil Autopsi Sandi Napi Lapas Narkotika Serong Sudah Keluar, Polisi Belum Sampaikan ke Pihak Keluarga Ada apa?

×

Hasil Autopsi Sandi Napi Lapas Narkotika Serong Sudah Keluar, Polisi Belum Sampaikan ke Pihak Keluarga Ada apa?

Sebarkan artikel ini

Palembang, Briliannews.com — Arifin (55) ayah kandung almarhum Sandi (29) narapidana Lapas Narkotika Serong, Banyuasin meminta penyidik Polsek Talang Kelapa untuk segera mengumumkan hasil autopsi jenazah Sandi yang sudah dikeluarkan dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

“Saya minta kepada polisi dalam hal ini Polsek Talang Kelapa secara transparan dan terbuka untuk menyampaikan hasil autopsi yang sudah keluar kepada masyarakat dan media,”kata Arifin kepada wartawan saat mendatangi Polda Sumsel Senin (11/5/2026).

Pihak keluarga kata Arifin mendapat kabar hasil autopsi Sandi sudah keluar dari staf dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang sekitar tanggal 27 April 2026 melalui telepon.

“Kalau tidak salah sekitar tanggal 27 April saya menelpon salah satu staf dokter forensik RS Bhayangkara dan memberi tahu kepada saya kalau hasil autopsi sudah diserahkan kepada penyidik Polsek Talang sekitar tiga hari yang lalu artinya sudah keluar sekitar tanggal 24 April,”ungkap Arifin.

Lalu lanjut Arifin dirinya bertanya apa penyebab kematian Sandi dan disampaikan bahwa penyebab kematiannya ada penyumbatan darah dileher bagian depan dan belakang.

“Tapi kenapa pihak penyidik belum menyampaikan kepada saya pihak keluarga, kenapa ini ada apa. Jika memang hasilnya ada tindakan kekerasan saya minta penyidik segera menetapkan tersangka dan menangkapnya. Karena sudah jelas hasil autopsi yang disampaikan ada tindakan kekerasan yang dialami Sandi,”jelasnya.

Selain itu, Arifin juga meminta agar penyidik mengusut siapa yang menyebarkan kalau almarhum Sandi meninggal karena jatuh dari kamar mandi karena fakta menyebutkan kalau kematian Sandi diduga karena kekerasan.

“Kalau dari hasil autopsi yang dikeluarkan dokter jelas karena ada sumbatan aliran dari dileher bagian depan dan belakang apakah ini dicekik. Disini terbukti anak saya ini meninggalnya karena jatuh dari kamar mandi ini harus diusut secara transparan dan terbuka agar tidak ada yang ditutupi oleh siapapun. Polisi harus segera mencari dan menetapkan tersangka kematian anak saya,”bebernya.

Arifin juga menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan melakukan perdamaian kepada pihak Lapas karena ingin kasus kematian Sandi harus diusut sampai tuntas.

“Yang namanya pihak keluarga tidak ada istilah damai, kami menuntut pelakunya agar segera diungkap kami bukan nuntut perdamaian,”tegasnya.

Sementara itu, mantan Kalapas Kelas IIB Serong Luhur Pambudi ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp mengatakan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Saya serahkan pada pemeriksa baik internal dan external baik dari patnal dan penyidik,”singkatnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Talang Kelapa Ipda Miswandi ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait hasil autopsi yang sudah diserahkan dokter Forensik.

Diberitakan sebelumnya, seorang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Kelas IIB Serong, Banyuasin tewas dengan sejumlah luka memar disekujur tubuhnya pada Selasa (10/3/2026) sore kemarin.

Warga Binaan bernama Sandi (29) warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang tersebut terjerat kasus narkoba dengan divonis 4,5 tahun penjara tewas diduga karena dianiaya.(Leo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot pragmatic
gambolhoki