Palembang, Briliannews.com — Pengurus Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Sumatera Selatan resmi dilantik di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang, Kamis (9/7/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum JKSN, KH Prof. Dr. Asep Saefudin Chalim bersama Sekjen, H Muhammad Ghofirin, M.Pd.
Dalam sambutannya, KH Asep Saefudin Chalim menegaskan bahwa JKSN tidak dapat dipisahkan dari dunia pesantren.
Menurutnya, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran para kiai dan pesantren.
“Bangsa ini merdeka berkat perjuangan para ulama dan pesantren. Namun saat ini kita menghadapi bentuk penjajahan baru. Cengkeraman asing masih sangat kuat sehingga bangsa kita lebih banyak menjadi negara konsumen dan pasar, bukan menjadi negara produsen. Karena itu, peran kiai dan santri sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak pesantren untuk terus melakukan transformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Pesantren harus mengubah orientasi agar mampu menjawab tantangan zaman. Paham Aswaja tetap harus dikawal sebagai dasar perjuangan, sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua JKSN Sumatera Selatan, KH Ahmadi, M.Pd.I, menyatakan komitmennya untuk menyukseskan berbagai program organisasi melalui semangat kebersamaan dan keikhlasan.
“Kami siap menjalankan program-program JKSN di Sumatera Selatan dengan memperkuat kerja sama seluruh elemen. Semoga JKSN menjadi wadah mempererat silaturahmi para kiai, santri, dan masyarakat dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan,” katanya.
Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, menyambut baik kehadiran JKSN.
Menurutnya, organisasi tersebut membawa semangat persatuan dalam memperkuat dakwah, pendidikan Aswaja.
“Serta melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah,” tukasnya.
Acara pelantikan juga dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Apriyadi Mahmud, M.Si, yang mewakili Gubernur Sumsel.
Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran JKSN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di Sumatera Selatan.
“Kami berharap JKSN dapat mendukung program pemerintah dalam memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada masyarakat, bersama-sama menjaga kondisi sosial yang kondusif, menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat, serta mempertahankan Sumatera Selatan sebagai daerah yang zero konflik,” ujar Apriyadi sembari mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Pelantikan tersebut dihadiri para kiai, pengasuh pondok pesantren, tokoh Nahdlatul Ulama, santri, serta berbagai unsur masyarakat dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan dakwah dan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Aswaja.(Leo)













