Palembang, Briliannews.com — Tim Gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami meringkus Ongki Saputra (24) pelaku penusukan Yepran Firmansyah (34) sopir truk yang tewas dikeroyok saat mengantre solar di SPBU di Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang pada Selasa malam. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam usai kejadian pada Selasa 3 Juni 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Reskrim Polsek Sukarami berhasil menangkap tersangka Ongki Saputra beserta barang bukti pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korbannya.
“Alhamdulillah tersangka berhasil kami tangkap kurang dari 1×24 jam pisau yang digunakan untuk menusuk korban juga diamankan,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (3/6/2026) malam.
Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman guna mengungkap peran pelaku dan mengungkap pelaku lain yang diduga terlibat.
“Penyidik masih melakukan pendalaman. Untuk jumlah pelaku serta motifnya akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Antrean solar di SPBU di kota Palembang kembali menelan korban jiwa. Kali ini terjadi di SPBU di Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang pada Selasa (2/6/2026) malam dimana seorang sopir truk tewas dikeroyok.
Pengeroyokan dipicu hal sepele karena korban diduga menegur orang yang menyerobot antrean. Korban diketahui berinisial YF (33) tewas dengan luka tusuk dibagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh korban saat sedang mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Jalan Noerdin Pandji.
Tiba tiba kendaraan yang diduga milik pelaku menyerobot antrean. Korban kemudian menegur tindakan tersebut, namun teguran itu memicu cekcok dan perkelahian antara korban dengan salah seorang pelaku di area pintu keluar SPBU.
Sejumlah sopir dan warga yang berada di lokasi sempat melerai pertikaian tersebut sehingga situasi kembali kondusif. Namun sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya yang diperkirakan berjumlah tujuh orang dengan menggunakan sepeda motor.
Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai truknya meninggalkan lokasi, namun para pelaku terus melakukan pengejaran.
Korban pun dikeroyok hingga mengalami luka serius, dalam kondisi terluka korban masih mengendarai truknya dan akhirnya terhenti di seberang SPBU setelah menabrak.
Para pelaku diduga kembali melakukan penyerangan terhadap korban hingga terkapar tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Rekan korban dan sejumlah saksi segera memberikan pertolongan serta membawa korban ke Rumah Sakit Myria Palembang.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang mengenai bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.(Leo)













