Palembang, Briliannews.com — Arman Alfarizi (37) yang dilaporkan hilang tenggelam setelah perahu yang ditumpanginya ditabrak speedboat di perairan Sungai Musi Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang pada Rabu, (19/8/2026) akhirnya temukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jasad Arman ditemukan tim SAR gabungan pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 08.40 WIB dalam kondisi mengapung dan telah meninggal dunia, dengan jarak sekitar 1,3 kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E. mengatakan, setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban akhirnya berhasil ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,3 kilometer dari lokasi awal kejadian,”kata Raymond Jumat (21/8/2026).
Jenazah korban setelah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Raymond juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, yakni Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, PMI, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.
Kepala Kantor SAR Palembang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di wilayah perairan, menggunakan alat keselamatan yang sesuai, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi dan lalu lintas perairan, khususnya ketika beraktivitas menggunakan perahu pada malam hari.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menggunakan perlengkapan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun perairan lainnya,” pungkas Raymond.(Leo)













