Palembang, Briliannews.com — Lantunan ayat suci alquran berkumandang didalam gedung Direktorat Pamobvit Polda Sumsel. Hal ini menambah suasana khidmat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diikuti segenap anggota Ditpamobvit Polda Sumsel pada Kamis (20/8/2026) siang.
Turut hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini Direktur Pamobvit Polda Sumsel Kombes Pol Michael Ken Lingga, S.I.K., M.H yang diwakili Kasubdit V Vip AKBP Anna Susila SE.
Kasubdit V Vip AKBP Anna Susila SE dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW, terutama bagi anggota Polri.
“Peringatan Maulid ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah untuk membawa cahaya kebenaran dan menyempurnakan akhlak mulia,”kata Anna Susila
Untuk itu, Anna juga mengajak seluruh personel Polda Sumsel khususnya Ditpamobvit Polda Sumsel untuk mensyukuri nikmat sebagai anggota Polri dengan menjalankan tugas sebagai untuk mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat sebaik mungkin.
“Sebagai abdi Bhayangkara anggota Polri dalam menjalankan tugas jangan neko neko dan tentunya tetap berpegang teguh pada Tribrata dan Catur Prasetya,”tambahnya.
Selain doa bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan H Darul Jalal S Ag ASN Bidhumas Polda Sumsel.
Dalam tausiahnya H Darul Jalal menyampaikan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Darul mengutip hadist Nabi yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra :Hati yang bersyukur (Qalbun Syakirun) Bersyukur berarti menampakkan nikmat.
Hal ini berbeda dengan pamer. Menampakkan nikmat berawal dari kesadaran bahwa nikmat tersebut berasal dari Allah Swt sehingga mendorong lisannya untuk senantiasa memuji Allah Swt dan dilanjutkan dengan menggunakan nikmat tersebut di jalan Allah Swt.
Syukur juga berarti mengambil sedikit untuk mendapatkan yang banyak sebagaimana firman Allah Swt
: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧Artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
2. Istri Shalehah (Azwaju Shalihah)
Ibnu Abbas menjadikan Istri shalehah sebagai salah satu dari 7 indikator kebahagiaan. Sebagaimana hadis Nabi Saw
:الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah.” (HR. Muslim, no. 1467).
Allah Swt sangat memuliakan perempuan. Hal ini tercermin dari beberapa surat dalam Al-Qur’an yang terkait dengan perempuan yaitu surat Maryam, An-Nisaa
.إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini,
“Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
3. Anak-anak yang Sholeh (Awladul Abrar)Dalam islam, anak sholeh merupakan indikator kebahagiaan. Disamping itu, anak sholeh juga investasi bagi kedua orangtuanya.
Tidak hanya investasi di dunia namun juga di yaumil akhir. Namun tidak semua anak akan menjadi investasi bagi kedua orangtuanya.
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt berfirman anak-anak bisa menjadi penyejuk mata, perhiasan, cobaan(fitnah), bahkan musuh bagi oarngtuanya.Anak sebagai penyejuk mata
رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَذُرِّيَّاتِنا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنا لِلْمُتَّقِينَ إِماماًYa Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqan [25]: 74)
b. Anak sebagai perhiasan dunia. Hal itu sebagaimana yang diungkap ayat berikut
:الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُHarta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,” (QS. Al-Kahfi [18]: 46).
c. Anak sebagai fitnah atau ujian, sebagaimana yang diungkap dalam ayat
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun [64]: 15). d. Anak menjadi musuh.
Hal itu diungkap dalam ayat berikut.
يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْواجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun [64]: 14).
Diakhir acara Ditpamobvit Polda Sumsel juga memberikan santunan kepada anak yatim salah satu almarhum anggota Ditpamobvit Polda Sumsel.(Leo)













