Palembang, Briliannews.com — Tim dokter Forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang melakukan autopsi terhadap jenazah Maria Simare mare (38) staf Sekretariat Bawaslu OKU. Dari hasil autopsi korban dipastikan tewas karena kekerasan yang mengarah akibat dibunuh.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan hasil autopsi jenazah korban sudah keluar.
“Korban matinya karena lemas diakibatkan terhalangnya oksigen dari saluran pernapasan dan ada luka sayatan leher korban yang menyebabkan putusnya pembuluh darah besar,”kata Nandang Kamis (26/3/2026).
Sedangkan untuk pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka ditubuh korban diantaranya dari kepala hingga anggota tubuh lainnya.
“Ditemukan juga luka memar di dahi, bahu kanan dan kiri, serta luka lecet di dagu, lengan kanan bawah serta pada bibir atas dan bawah dengan pola cetakan gigi,”bebernya.
Tim dokter forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan lain karena didapati bintik pendarahan dibagian wajah dan mata serta perubahan warna pada bagian tengah tubuh tertentu.
“Dikelopak mata ada bintik pendarahan dan seluruh wajah, ada kebiruan diujung jari tangan serta pucat pada ujung jari kaki,”jelasnya.
Luka di leher yang sudah dijahit mengindikasikan kalau korban mendapatkan kekerasan dengan senjata tajam.
Sedangkan hasil pemeriksaan dalam, didapati kerusakan serius pada bagian kepala dan leher korban yang diduga kuat karena kekerasan.
“Ditemukan adanya resapan darah dibagian kulit kepala bagian dalam, dan kerusakan pada saluran pernapasan hingga patah tulang leher,”katanya.
Tim medis juga menemukan bintik pendarahan pada sejumlah organ viral korban. “Ditemukan juga bintik pendarahan di paru-paru, jantung dan hati,” katanya.
Untuk melengkapi penyelidikan, dilakukan pula pemeriksaan penunjang terhadap sejumlah sampel dari tubuh korban.
“Untuk kepentingan penyelidikan Dokter Forensik juga melakukan pemeriksaan swab vagina serta cairan lambung,” katanya.
Hasil autopsi yang telah selesai, dipastikan kematian korban bukanlah hal yang wajar dan dipastikan ada unsur kekerasan yang dialami korban.(Leo)













