Peristiwa

Ada Dua Body Part Berbeda dalam Satu Kantong Jenazah, Korban Jiwa Lakalantas Bus ALS Bertambah Jadi 18 Orang

×

Ada Dua Body Part Berbeda dalam Satu Kantong Jenazah, Korban Jiwa Lakalantas Bus ALS Bertambah Jadi 18 Orang

Sebarkan artikel ini

Palembang, Briliannews.com — Dari identifikasi lanjutan yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel terhadap korban jiwa dalam insiden tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara diketahui ada tambahan satu korban.

Sehingga total korban jiwa menjadi 18 orang termasuk M Tahrul Hubaidi (31) yang meninggal di RSUD Rupit setelah menjalani perawatan dua hari diruang ICU Jumat kemarin.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan hingga jumat jumlah korban jiwa dalam insiden kecelakaan Bus ALS menjadi 18 orang, termasuk satu korban yang meninggal dalam perawatan di RSUD Rupit.

“Total jumlah korban jiwa hingga hari ini bertambah menjadi 18 orang,”kata Kombes Pol Budhi kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Dalam proses identifikasi yang dilakukan tim DVI Polda Sumsel awalnya masuk 16 kantong jenazah.

Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan, tim menemukan bagian tubuh yang diduga berasal dari korban lain.

“Tim DVI hanya berfokus pada identifikasi saja. Setelah dirilis ada 16 kantong jenazah. Namun setelah ditelusuri lebih dalam ada 17 jenazah yang dimasukkan kedalam 16 kantong jenazah dari lokasi kejadian yang dikirim ke RS Bhayangkara,”ungkap Dr. Budi.

Ternyata didalam satu kantong jenazah terdapat dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak sehingga sempat diduga berasal dari satu korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, dicurigai kalau itu bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda dia,”jelasnya.

Potongan tubuh tersebut sangat kecil dan hancur, termasuk jenis kelaminnya belum dapat dipastikan. Diduga potongan tubuh tersebut berasal dari anak kecil berusia dibawah lima tahun.

“Temuan satu body part tersebut diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,”jelasnya.

Masih dikatakan Budhi, dengan demikian total korban jiwa dalam insiden kecelakaan bus tersebut berjumlah 18 orang.

“Dengan rincian 17 orang termasuk kantong yang berisikan dua potongan tubuh meninggal ditempat dan satunya Tahrul yang meninggal dalam perawatan di RSUD Rupit,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel, Trisnawarman mengungkap Tahrul Hubaidi meninggal karena luka mengalami luka bakar serius hampir 99 persen.

“Dengan luka bakar serius mengakibatkan Acute Respiratory Failure atau gagal napas,” kata Trisnawarman.

Sementara korban selamat lainnya Ngadiono dan Jumiatun saat ini masih menjalani perawatan intensif dengan diagnosis luka bakar 80 sampai 89 persen di seluruh badan.

“Kondisi pasien tensinya 110, SpO2-nya 100 persen, tetapi masih menggunakan ventilator,” bebernya.

Keduanya sengaja ditidurkan selama perawatan untuk mengurangi rasa sakit akibat luka bakar yang hampir menyelimuti seluruh tubuhnya.

“Karena kalau dia bangun bisa gelisah karena sakit semua badannya. Untuk Jumiatun kini korban dirujuk ke RS Bhayangkara melalui jalur darat,”ungkapnya.

Karena kondisi banjir di Muratara sehingga dikhawatirkan jika terjadi pemadaman listrik, pasien akhirnya diputuskan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan di Palembang menggunakan ambulans ICU lengkap dengan ventilator dan pengawalan kepolisian.(Leo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot pragmatic
gambolhoki