Palembang, Briliannews.com — Plt Kepala KSOP Kelas 1 Palembang Khairul Anwar akhirnya buka suara menanggapi aktivitas bongkar muat komoditas karet dari kapal tongkang ke kapal kargo asing bernama Penghu SW dan PAC Canopus diarus labuh di perairan Sungai Musi Palembang yang soroti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) pada Sabtu 22 Agustus 2026 yang lalu.
Khairul Anwar mengatakan aktivitas bongkar muat tersebut dilakukan atas kesepakatan Apindo, INSA, perusahaan pelayaran yang berkegiatan di perairan Sungai Musi serta KSOP Kelas 1 Palembang dengan pimpinan KSOP yang lama atas permintaan masyarakat dan menjunjung tinggi kearifan lokal.
“Disamping itu juga kapal kargonya juga tidak memungkinkan untuk sandar di Dermaga Boom Baru karena terlalu besar. Kemarin juga sudah kami rapatkan dengan Pelindo beserta pandunya bersama perusahaan pelayarannya dan anggota Apindo nya,”kata Khairul Anwar Rabu (26/8/2026).
Dalam rapat tersebut kata Khairul KSOP menyampaikan kepada pihak perusahaan pelayaran maupun anggota Apindo serta eksportir apakah bisa menyandarkan kapalnya ke dermaga pelabuhan Boom Baru untuk bongkar muat disini.
“Dan mereka menyampaikan ke pandu tidak sanggup karena memutar kapal didepan pelabuhan Boom Baru ada dolpin untuk kapal tambat. Dengan tidak sanggupnya mereka mendatangkan kapal ke dermaga Boom Baru sehingga kami tidak boleh memaksakan,”tuturnya.
Masih dikatakan Khairul pihaknya juga menyampaikan kepada pihak eksportir untuk mengganti kapal yang lebih kecil agar bisa masuk ke pelabuhan Boom Baru.
“Menyesuaikanlah agar kapalnya bisa masuk ke pelabuhan Boom Baru. Untuk sementara ini bongkar muatnya kita minta hentikan sampai ada solusinya,”jelasnya.
Diberitakan sebelumnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menyoroti aktivitas bongkar muat komoditas karet dari kapal tongkang ke kapal kargo asing bernama Penghu SW dan PAC Canopus di perairan Sungai Musi Palembang pada Sabtu 22 Agustus 2026 yang lalu.
Bongkar muat yang seharusnya dilakukan di pelabuhan, malah justru dilakukan diarus labuh atau ditengah arus lalu lintas pelayaran.
Temuan tersebut merupakan investigasi langsung aktivis LSM SIRA ke lapangan yang diposting ke akun TikTok SIRA.
Berdasarkan video yang berdurasi sekitar 2 menit 44 detik terlihat aktivitas bongkar muat komoditas karet dari kapal tongkang ke kapal kargo dialur labuh.
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal mengatakan lokasi aktivitas bongkar muat seharusnya dilakukan melalui pelabuhan peti kemas bukan dilakukan dialur labuh.
“Secara aturan bongkar muat kapal semestinya dilakukan di area yang telah ditentukan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”kata Sandi kepada wartawan Selasa (25/8/2026).
Menurut Sandi aktivitas bongkar muat diarus labuh menimbulkan pertanyaan besar. Maka dari itu, SIRA akan mempertanyakan hal tersebut ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengaturan lalu lintas dan aktivitas pelayaran di perairan Sungai Musi.
“Kami juga minta aparat penegak hukum turun tangan apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam aktivitas bongkar muat tersebut,”tuturnya.
Jika nantinya ada pelanggaran hukum dari aktivitas bongkar muat tersebut, SIRA minta aparat penegak hukum untuk turun tangan. “SIRA juga meminta agar aktivitas bongkar muat tersebut segera dihentikan apabila terbukti tidak sesuai dengan aturan,”tegasnya.
SIRA menilai dari aktivitas bongkar muat yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.
“Kami meminta agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan dan memberikan kejelasan terkait legalitas aktivitas bongkar muat kapal asing tersebut, termasuk lokasi serta izin yang digunakan dalam kegiatan tersebut,”tandasnya.(Leo)













