Palembang

Tol Palembang–Betung Ditargetkan Fungsional Nataru 2026, Ditlantas Polda Sumsel dan Hutama Karya Perkuat Sinergitas

×

Tol Palembang–Betung Ditargetkan Fungsional Nataru 2026, Ditlantas Polda Sumsel dan Hutama Karya Perkuat Sinergitas

Sebarkan artikel ini

Palembang, Briliannews.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Selatan bersama PT Hutama Karya (Persero) memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan jalan tol sekaligus memastikan kesiapan manajemen lalu lintas menjelang arus Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi dan forum diskusi yang berlangsung di Kantor Hutama Karya Tol Palindra, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan dipimpin oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel KBP Robertho Pardede, SIK., MIK. dan dihadiri jajaran Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Ogan Ilir, serta manajemen PT Hutama Karya Regional Sumatera Bagian Selatan.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, audiensi juga membahas perkembangan pembangunan jalan tol, strategi pengamanan lalu lintas, hingga langkah-langkah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.

Dalam paparannya, PT Hutama Karya menyampaikan bahwa saat ini perusahaan mengelola lima ruas jalan tol di wilayah Sumatera Bagian Selatan, yaitu Tol Terbangi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang–Indralaya (Palindra).

Tol Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), Tol Bengkulu–Taba Penanjung, serta bertindak sebagai kontraktor dan operator pada pembangunan ruas Betung–Jambi milik pemerintah.

Data operasional menunjukkan bahwa volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Juli 2026 masih didominasi kendaraan ringan. Tol Palindra mencatat LHR sekitar 9.439 kendaraan per hari, sementara Tol Terpeka mencapai sekitar 9.370 kendaraan per hari.

Tol Indralaya–Prabumulih mencatat sekitar 4.459 kendaraan per hari, sedangkan Tol Bengkulu–Taba Penanjung sekitar 1.914 kendaraan per hari.Salah satu fokus pembahasan adalah progres pembangunan Ruas Tol Palembang–Betung yang sejak tahun 2024 dikelola oleh PT Hutama Karya.

Hingga saat ini, progres konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang kurang lebih 55 kilometer telah mencapai sekitar 93 persen.

PT Hutama Karya menargetkan ruas Tol Palembang–Betung sepanjang sekitar 69 kilometer dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, dengan tetap menyesuaikan kesiapan konstruksi dan aspek keselamatan operasional.

Dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah proses pembebasan 22 bidang lahan di kawasan Simpang Sebidang Pangkalan Balai yang masih terkendala proses kesepakatan nilai ganti rugi.

Selain itu, pada STA 46–48 terdapat lahan rawa sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang saat ini sedang dipadatkan menggunakan metode vacuum consolidation dan ditargetkan siap dilakukan pengaspalan pada November 2026.

Menghadapi peningkatan arus kendaraan pada masa libur akhir tahun, PT Hutama Karya telah menyiapkan sejumlah strategi manajemen lalu lintas.

Di antaranya adalah penyediaan jalur fungsional sepanjang sekitar tiga kilometer dari Tanah Mas menuju Musi Landas untuk mengurangi kepadatan di Jalan Nasional KM 17.

Jalur tersebut saat ini telah digunakan secara situasional dengan sistem buka-tutup berdasarkan koordinasi bersama Kepolisian.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan personel operasional beserta kendaraan patroli, PJR, rescue, dan derek untuk mendukung operasional ruas fungsional.

Skema pengalihan arus di Gerbang Tol Kayu Agung juga telah disiapkan apabila antrean kendaraan mencapai sekitar 800 hingga 900 meter.

Dalam upaya mendukung program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), PT Hutama Karya telah mengoperasikan lima unit Weigh-in-Motion (WIM) yang terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional.

Sistem tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari implementasi kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede mengatakan pembangunan jalan tol merupakan proyek strategis nasional yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan melalui koordinasi yang erat dan berkesinambungan.

“Ditlantas Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional. Sinergi antara Kepolisian, PT Hutama Karya, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder sangat penting agar pembangunan berjalan aman, tertib, lancar, sekaligus menjamin keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan,” ujar Dirlantas Polda Sumsel.

Menurutnya, selain aspek pengamanan lalu lintas, koordinasi juga diarahkan pada penyusunan langkah-langkah antisipatif menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Nataru.

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan, Ditlantas Polda Sumsel bersama PT Hutama Karya akan meningkatkan koordinasi dengan ATR/BPN serta Kementerian Pekerjaan Umum guna mendukung percepatan penyelesaian pembebasan lahan yang masih tersisa.

Selain itu, akan dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) bersama Polda Sumsel, Polres jajaran, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai simulasi rekayasa lalu lintas menghadapi arus Natal dan Tahun Baru.

Melalui sinergi yang semakin kuat, diharapkan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung dapat diselesaikan sesuai target sehingga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan.(Leo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot pragmatic
gambolhoki