Palembang, Briliannews.com — Selama 18 hari melaksanakan operasi secara masif, sedikitnya 163 tersangka berhasil diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dengan jumlah barang bukti sabu seberat 7.236,9 gram, ganja 1.727,42 gram, pil ekstasi sebanyak 879 butir, serta temuan baru berupa zat anestesi etomidate sebanyak 20 pcs.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana mengatakan capaian ini tidak sekadar angka penegakan hukum, melainkan indikator nyata bahwa peredaran narkotika di Sumatera Selatan masih memiliki jaringan aktif yang terstruktur dan lintas wilayah.
“Untuk itu perlu langkah penindakan yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial serta melindungi kualitas sumber daya manusia dari ancaman narkoba,”kata Kombes Pol Yulian Perdana kepada wartawan Minggu (19/4/2026).
Khusus temuan etomidate, kata Yulian menjadi perhatian khusus pihaknya karena mengindikasikan adanya perkembangan pola peredaran narkotika dengan memanfaatkan zat substitusi baru.
“Operasi selama 18 hari ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam memutus rantai distribusi narkotika yang semakin kompleks,”ungkapnya.
Dikatakan Yulian barang bukti lebih dari tujuh kilogram sabu yang sita dalam waktu singkat menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih sangat aktif.
“Temuan etomidate juga menjadi sinyal bahwa modus operandi terus berkembang, sehingga kami harus selalu adaptif dan meningkatkan kewaspadaan,”sambung Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K.
Pengungkapan kasus dalam periode ini mencakup 18 wilayah, mulai dari Kota Palembang hingga daerah perbatasan, yang menunjukkan bahwa jaringan narkotika bergerak secara masif tanpa batas administratif.
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di wilayah Ogan Ilir dengan penyitaan lebih dari empat kilogram sabu, yang menjadi salah satu capaian signifikan dalam operasi periode ini.
Selain itu, Ditresnarkoba Polda Sumsel juga mencatat kinerja dominan dengan 17 laporan polisi, 30 tersangka, serta sitaan sabu hampir tiga kilogram dan ratusan butir ekstasi.
Hal ini memperlihatkan peran sentral direktorat dalam mengoordinasikan penindakan lintas wilayah secara simultan.(Leo)









