Palembang, Briliannews.com — Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan kembali menggerebek gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.
Gudang tempat penampungan solar subsidi tersebut berada di Jalan Kolonel Sulaiman, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang.
Dari dalam gudang tersebut polisi mengamankan barang bukti sebanyak 5.350 liter solar subsidi yang diduga ditimbun secara ilegal dan diperjualbelikan kembali.
Barang bukti lainnya yang diamankan polisi diantaranya tiga unit mobil Isuzu Panther dan satu truk yang telah dimodifikasi dan diduga digunakan untuk mengangkut BBM hasil pembelian berulang di sejumlah SPBU.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Andrie Setiawan mengatakan, modus operandi pelaku menimbun solar dengan melakukan pembelian secara berulang dengan memanfaatkan barcode aplikasi my Pertamina.
Selain itu, pelaku juga sengaja menyiapkan sejumlah pelat nomor kendaraan untuk mengelabui sistem maupun petugas.
“Para pelaku ini menggunakan barcode yang berulang-ulang, sudah ganti-ganti yang mereka dapat. Mereka juga menyiapkan pergantian pelat nomor yang sudah disiapkan oleh para pelaku,” kata Andrie, Rabu (19/8/2026).
Dijelaskan Andrie para pelaku mengisi BBM solar subsidi secara berulang dengan menggunakan kendaraan secara dalam batas waktu tertentu. Setelah membeli solar kemudian dibawa ke lokasi penimbunan.
Kendaraan yang digunakan pelaku dapat mengisi solar dalam jumlah tertentu. Setelah mencapai batas pengisian, pelaku kemudian menunggu hingga dapat kembali melakukan pengisian. Satu truk bisa mengisi 80 liter.
“Kami mengamankan mobil Isuzu Panther yang sudah dimodifikasi yang ditemukan saat penggerebekan. Setelah delapan jam, mereka akan mengulang lagi. Setelah mencapai batas, BBM tersebut langsung dibawa ke gudang penimbunan,” jelasnya.
Dari hasil pengungkapan sementara, polisi menduga aksi tersebut dilakukan secara terorganisasi. Solar yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari SPBU kemudian dipindahkan ke gudang untuk ditimbun.
Polisi kini masih mendalami jaringan tersebut, termasuk mencari tahu pihak yang diduga menjadi otak sekaligus tujuan akhir distribusi BBM subsidi yang ditimbun.
“Namun saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. Kami masih melakukan pengejaran terhadap otak dan akan dibawa ke mana atau dijual kepada siapa. Inisialnya S dan saat ini masih dalam pengejaran,” beber Andrie.
Tak hanya memburu sosok berinisial S, penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah SPBU yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembelian solar subsidi secara berulang tersebut.
Polda Sumsel akan menelusuri bagaimana para pelaku memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai distribusi tersebut.Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan.
Tidak menutup kemungkinan jumlah barang bukti maupun pihak yang terlibat akan bertambah setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.(Leo)













