Palembang, Briliannews.com — Unit Reskrim Polsek Sako berhasil membekuk dua sekawan pelaku spesialis pembobol rumah kosong di Jalan Sematang Borang, Lorong Persatuan, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang.
Untuk mengelabui warga keduanya mengenakan daster perempuan lengkap dengan kerudung (jilbab). Kedua pelakunya yakni Sukiwan (52) warga Sako dan Ari Ardiansyah (31) warga Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Pelaku Sukiwan diketahui merupakan tetangga korban yang tinggal di dekat rumah.
Kapolsek Sako, Kompol Makmun Nartawinata mengatakan kedua pelaku melancarkan aksi pencurian dirumah korban dalam keadaan kosong pada 5 Juli 2026 lalu. Saat kejadian korban meninggalkan rumahnya pergi hajatan keluarga.
“Korban baru mengetahui rumahnya dimasuki maling saat pulang sekitar pukul 21.00, kondisi jendela sudah terbuka dan rusak,”kata Makmun saat pres rilis dihadapan awak media Jumat (17/7/2026).
Untuk masuk kerumah, kata Makmun pelaku merusak pintu jendela dengan linggis yang dibawa. “Setelah masuk menuju kedalam kamar, dan membongkar lemari lalu mengambil barang barang berharga,”tuturnya.
Agar tidak dicurigai warga kedua pelaku menyamar sebagai perempuan dengan memakai daster dan hijab.
“Didalam rumah pelaku menggasak uang Rp50 juta yang berada didalam lemari. Uang didalam tas jinjing Rp16, Rp30 juta dari lipatan pakaian, Rp500 ribu di dalam celengan.
Di kamar mertua korban ada uang Rp2 juta serta di kamar adik ipar korban ada Rp1,5 juta. Jadi total uang Rp50 juta,” tuturnya.
Terungkapnya pelaku, karena korban mencurigai pelaku Sukiwan yang sempat bertanya dengan korban saat hendak meninggalkan rumahnya.
“Saat itu, pelaku Sukiwan bertanya kepada korban apakah semua penghuni rumah pergi dan rumah dalam keadaan kosong,”jelasnya.
Dihadapan polisi, Sukiwan mengaku daster yang dipakai bersama teman memang sudah dusiapkan dan dipakai saat sudah berada dekat rumah korban.
“Daster itu kami beli. Saya yang ajak dia (Ari), daster kami bawa kemudian pas di depan TKP baru dipakai,” kata Sukiwan.
Uang hasil pencurian ia bagi dua bersama rekannya, Sukiwan mengaku sebagian uang ia pakai untuk foya-foya. “Dipakai untuk pergi ke Kampung Baru pak,” katanya.(Leo)













